Beranda / DATI II / TULANG BAWANG BARAT / Sorotan Publik Menguat pada Proyek Infrastruktur Tubaba, Nama-Nama Ini Jadi Perbincangan Negatif

Sorotan Publik Menguat pada Proyek Infrastruktur Tubaba, Nama-Nama Ini Jadi Perbincangan Negatif

TULANG BAWANG BARAT — Sejumlah kegiatan infrastruktur di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belakangan menjadi perbincangan di ruang publik, khususnya di media sosial dan grup percakapan warga Tubaba bahkan hingga kalangan pers di Bandar Lampung.

Pembahasan negatif tersebut mencuat seiring pelaksanaan proyek jalan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang bersumber dari APBD murni maupun APBD perubahan 2025.

Dalam sejumlah diskusi yang beredar di grup media sosial, warga dan pegiat lokal menyoroti keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut-sebut memiliki peran koordinatif dalam pengelolaan beberapa kegiatan infrastruktur tersebut.

Nama Wahyu Nyinang Saputra disebut-sebut dalam percakapan publik sebagai koordinator pada sejumlah ruas jalan dan titik peningkatan SPAM yang sebelumnya juga sempat menjadi perhatian beberapa media lokal.

Percakapan di ruang publik tersebut juga menyinggung jalur komunikasi yang disebut-sebut melibatkan salah satu pejabat di lingkungan Bidang Bina Marga, yakni Iwan Balau. Nama pejabat tersebut muncul dalam konteks spekulasi internal birokrasi, termasuk isu pergantian jabatan Kepala Dinas PUPR Tubaba yang beredar di kalangan aparatur dan masyarakat.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait isu yang berkembang di media sosial tersebut. Tidak ada pula keterangan tertulis yang menjelaskan secara rinci mekanisme pengelolaan proyek-proyek dimaksud maupun struktur pengambilan keputusan di dalamnya.

Pengamat kebijakan publik menilai, derasnya perbincangan semacam ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap sektor infrastruktur daerah yang selama ini menyerap anggaran besar.

Transparansi, kejelasan peran, serta keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci untuk meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik. Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi dan berimbang atas isu yang beredar. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page