Beranda / MUSIK, ART, CULTURE / Jason Becker: Shredder Jenius, Tubuh Terdiam, Musik Tetap Ngebut

Jason Becker: Shredder Jenius, Tubuh Terdiam, Musik Tetap Ngebut

Di dunia rock dan metal, Jason Becker dikenal sebagai shredder jenius. Gitaris yang main cepat, presisi, dan penuh ledakan emosi. Lewat lagu “Altitudes”, Becker langsung nunjukin kelasnya: melodi terbang tinggi, picking brutal, tapi tetap enak didengar. Sampai hari ini, lagu itu masih jadi tolok ukur kemampuan gitaris shred di seluruh dunia.

Nama Becker makin buas saat membentuk duo Cacophony bareng Marty Friedman. Di lagu seperti “Speed Metal Symphony” dan “Concerto”, Becker ngeracik speed metal dengan sentuhan klasik. Permainannya cepat, tajam, tapi nggak asal ngebut. Ini shred yang punya otak dan rasa.

Album solo Perpetual Burn (1988) jadi kitab suci buat penggemar shred. Lagu “Perpetual Burn” terdengar seperti mesin tanpa rem, sementara “Serrana” jadi bukti bahwa seorang shredder sejati juga bisa bikin lagu yang lembut dan menyentuh. Becker bukan cuma soal kecepatan jari, tapi soal kontrol dan musikalitas.

Semua berubah saat Becker didiagnosis ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit saraf yang pelan-pelan melumpuhkan tubuhnya. Tapi bahkan ketika tangannya tak lagi bisa menyentuh gitar, jiwa shredder-nya tetap hidup. Becker terus menulis musik lewat imajinasi dan teknologi komunikasi berbasis gerakan mata.

Di album Perspective (1996), lagu seperti “End of the Beginning” dan “River of Longing” terdengar lebih tenang dan reflektif—musik yang matang, jujur, dan emosional. Sementara di Triumphant Hearts (2018), lewat “Hold On to Love” dan “Valley of Fire”, Becker kembali “berteriak” lewat komposisi, dibantu para gitaris kelas dunia.

Jason Becker mungkin tak lagi bermain gitar di atas panggung. Tapi sebagai shredder sejati, dia sudah membuktikan satu hal: kecepatan bisa berhenti, tapi jiwa musik nggak pernah mati.

By the way, Siapa hayo yang sudah ngampun, sampe-sampe jari kena asam urat karena gk sanggup garap semua skill dan tekniknya??

Tag:

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page